Langkah Serentak Limbai Seayun

Dimasukkan ke rubrik Budaya Jambi pada 13 Jul 2013. Komentar

Piters, dulu Kabupaten Bungo merupakan bagian dari Kabupaten Merangin. Nah, seiring berjalannya waktu dibuatlah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956, Kabupaten Merangin yang semula ibukotanya berkedudukan di Bangko dipindahkan ke Muara Bungo. Tahun 1958 rakyat Kabupaten Merangin melalui  DPRD peralihan dan DPRDGR bertempat di Muara Bungo dan Bangko mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar:


  1. Kewedanaan Muara Bungo dan Tebo menjadi Kabupaten Muara Bungo Tebo dengan Ibukota Muara Bungo.
  2. Kewedanaan Sarolangun dan Bangko menjadi kabupaten Bangko dengan Ibukotanya Bangko.

Sebagai  bentuk realisasinya, maka keluarlah Undang-undang Nomor 7 Tahun 1965 tentang pembentukan Daerah Kabupaten Sarolangun Bangko berkedudukan di Bangko dan kabupaten Muara Bungo Tebo berkedudukan di Muara bungo yang mengubah Undang Undang Nomor 12 tahun 1956 tadi.

Pada tanggal 19 Oktober 1965 dinyatakan sebagai hari jadi Kabupaten Muara Bungo Tebo. Melalui Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 Kabupaten Bungo Tebo dimekarkan lagi menjadi 2 wilayah yaitu Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo.

Kabupaten yang memiliki julukan “Langkah Serentak Limbai Seayun” ini punya banyak wisata alam. So, sebelum kamu mau melangkahkan kaki ke kota orang, Pirets saranin untuk mampir ke objek wisata yang ada di Kabupaten Bungo ini, seperti Air Terjun Tegan Kiri yang terdapat di Desa Rantu Pandan, Sumber Air Panas yang terdapat di Kecematan Tanah Tumbuh, Air Terjun Punjung Empat yang berada di Rantau Keloyang. Penamaan Air Terjun ini karena airnya berasa; dari bukit Punjung dengan puncak tinggi bertingkat, dan masih banyak lagi tempat yang bisa kamu kunjungi.(hdr)


Sumber : http://www.kemendagri.go.id

http://www.wikipedia.com

sumber foto : commons.wikimedia.org